Jambi – Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang semakin kompleks, kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran menjadi kompetensi yang tidak dapat ditawar bagi seorang dosen. Kesadaran inilah yang menjadi pesan utama yang disampaikan oleh Dr. Zawaqi Afdal Jamil, M.Pd.I., dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sekaligus Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, saat menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–11 Juni 2026 di Aston Hotel Jambi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Jambi tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas akademik dosen pada awal perjalanan karier mereka. Para peserta berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai dari hukum, ekonomi, komunikasi, psikologi, sejarah, ushuluddin, hingga bidang-bidang keilmuan lainnya. Sebagian besar peserta mengakui bahwa selama menempuh pendidikan sarjana dan magister, mereka tidak pernah memperoleh mata kuliah Evaluasi Pembelajaran atau Evaluasi Pendidikan secara khusus sebagaimana yang dipelajari oleh lulusan bidang kependidikan.
Sebagai akademisi yang memiliki kualifikasi doktoral dalam bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Dr. Zawaqi memandang kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat profesionalisme dosen di perguruan tinggi. Menurutnya, banyak dosen muda yang telah menguasai bidang keilmuan masing-masing, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran secara objektif, sistematis, dan ilmiah. Padahal, kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari tugas dosen dalam menjamin kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa.
Dalam materi yang disampaikannya, Dr. Zawaqi menjelaskan bahwa evaluasi pembelajaran bukan sekadar memberikan nilai atau menentukan kelulusan mahasiswa. Evaluasi merupakan proses ilmiah untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran, efektivitas strategi mengajar, serta kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Melalui evaluasi yang baik, dosen dapat mengetahui apa yang sudah berhasil dicapai, apa yang perlu diperbaiki, dan langkah apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada masa yang akan datang.
“Seorang dosen dapat menguasai bidang ilmunya dengan sangat baik, tetapi tanpa kemampuan evaluasi pembelajaran yang memadai, ia tidak akan mengetahui secara pasti apakah mahasiswa telah mencapai kompetensi yang diharapkan. Evaluasi pembelajaran adalah jantung pendidikan bermutu, karena dari evaluasilah lahir berbagai keputusan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran,” tegas Dr. Zawaqi di hadapan peserta.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta. Bapak Edi, salah seorang dosen pemula peserta PKDP, mengaku memperoleh perspektif baru setelah mengikuti sesi tersebut. Menurutnya, selama ini evaluasi hanya dipahami sebagai kegiatan memberikan skor atau nilai akhir kepada mahasiswa. “Setelah mengikuti materi ini, saya memahami bahwa evaluasi berfungsi sebagai alat untuk melihat keberhasilan proses pembelajaran sekaligus dasar untuk melakukan perbaikan. Materi ini sangat penting bagi dosen pemula seperti kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Mira, peserta yang berasal dari bidang nonkependidikan. Ia menilai materi Evaluasi Pembelajaran menjadi salah satu materi yang paling relevan dengan tugas dosen sehari-hari. “Saya baru memahami bahwa penyusunan instrumen penilaian, pembuatan soal, hingga pemberian umpan balik kepada mahasiswa harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah. Materi yang disampaikan Dr. Zawaqi sangat sistematis, mudah dipahami, dan memberikan banyak contoh praktis yang dapat langsung diterapkan dalam perkuliahan,” tuturnya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Zawaqi sebagai narasumber PKDP 2026 semakin mempertegas kiprahnya sebagai akademisi yang konsisten berkontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Selain aktif mengajar pada program Sarjana, Magister, dan Doktor di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, beliau juga dikenal sebagai narasumber nasional di bidang evaluasi pendidikan, evaluasi program, evaluasi kebijakan pendidikan, serta pengembangan kompetensi guru dan dosen. Sebagai Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN STS Jambi, keterlibatannya dalam berbagai program peningkatan kualitas akademik semakin memperkuat perannya dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan PKDP ini, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi. Penguatan kompetensi evaluasi pembelajaran bagi dosen pemula bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap proses pembelajaran harus dapat diukur, dievaluasi, dan diperbaiki secara berkelanjutan. Dengan demikian, dosen tidak hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga menjadi penjamin mutu pembelajaran yang berkontribusi terhadap lahirnya lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.